Selasa, 14 Februari 2012

Contoh-Contoh Gambar Teknik Pengendali















Thermometer Digital
Fungsi : Untuk mengukur suhu tubuh.






















Kamera Digital
Fungsi : Untuk memotret suatu benda / objek



Tensimeter Digital
Fungsi : Untuk mengukur tensi seseorang










Neraca Digital
Fungsi : Untuk mengukur suatu benda















Kalendar Digital
Fungsi : Untuk mengetahui hari dan tanggal sekarang, besok atau kemarin















Kalkulator digital
Fungsi : Untuk menghitung













Buku digital
Fungsi : Dapat membaca buku dimanapun dan kapanpun

Selasa, 24 Januari 2012

Bagaimana Listrik-listrik bisa sampai ke rumah kita ???????

Pemakai listrik dalam hal ini adalah konsumen atau pelanggan tersebar di beberapa tempat, sehingga butuh penanganan khusus agar listrik yang di bangkitkan dari Pusat Listrik (Pembangkit listrik) dapat sampai ke pelanggan dengan kualitas baik. Konsumen dalam hal ini terbagi atas beberapa yaitu : konsumen Sosial, Rumah Tangga, bisnis, industri dan penerangan jalan umum (PJU). Sedangkan pusat listrik terdiri dari PLTA (Pusat Listrik Tenaga Air), PLTM (Pusat Listrik Tenaga Minihidro), PLTD (Pusat Listrik Tenaga Diesel), PLTG (Pusat Listrik Tenaga Gas), PLTGU (Pusat Listrik Tenaga Gas Uap), PLTU (Pusat Listrik Tenaga Uap), PLTP (Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi), PLTN (Pusat Listrik Tenaga Nuklir) , PLTB (Pusat Listrik Tenaga Bayu), PLTS (Pusat Listrik Tenaga Surya) dan Pusat Listrik Tenaga Gelombang Laut.

Tenaga listrik awalnya dibangkitkan dari pusat-pusat listrik yang pada umumnya terletak jauh dari pusat bebannya, yang kemudian tenaga listrik yang dihasilkan dari pusat lisrik, tegangannya dinaikkan oleh Trafo Step Up yang ada di setiap pusat listrik dan/atau gardu induk untuk menaikkan tegangan menjadi tegangan tinggi 70 kV dan 150 kV atau tegangan ekstra tinggi 500 kV karena tegangan generator yang dihasilkan setiap pusat listrik relatif rendah (6 kV – 24 kV). Setelah tegangan dinaikkan maka kemudian disalurkan melalui transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan/atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) menuju Gardu Induk (GI) untuk diturunkan tegangannya kembali menjadi tegangan menengah atau tegangan distribusi primer yang bertegangan 6kV, 12kV atau 20 kV. Namun di Indonesia umumnya di turunkan ke tegangan 20 kV. sampai disini mungkin ada yang bertanya. kenapa tegangan listrik yang dihasilkan harus dinaikkan dan diturunkan kembali sebelum sampai ke konsumen??? hal ini disebabkan karena tujuan penaikan tegangan adalah selain memperbesar daya hantar dari saluran (berbanding lurus dengan kwadrat tegangan), juga untuk memperkecil rugi daya dan susut tegangan pada saluran transmisi.




Lanjut….. Setelah tegangan dari tenaga listrik yang dihasilkan diturunkan menjadi tegangan menengah 20 kV maka kemudian disalurkan ke saluran distribusi atau dalam istilah Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM), yang kemudian dari SUTM menuju Trafo distribusi untuk diturunkan kembali tegangannya menjadi 380/220 V untuk dibagikan ke setiap konsumen rumah tangga melalui Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) hingga kita semua bisa menyalakan TV, Radio, AC dan lainnya melalui Sambungan Rumah tentunya melewati kWH Meter…. :) namun ada pula konsumen yang tidak melalui saluran tegangan rendah, tapi langsung dari tegangan menengah atau SUTM 20 kV, konsumen yang demikian ini adalah konsumen pabrik….

Demikian perjalanan listrik yang cukup panjang dan cukup melelahkan dengan mengeluarkan biaya produksi yang sangat mahal (tapi dijual dengan murah) hingga sampai kita nikmati di rumah kita sendiri walaupun tanpa kita sadari kita nikmati listrik dengan sikap boros (sikap yang harusnya tak terjadi) di saat kondisi listrik yang kini mengalami krisisnya…. padahal dengan hemat listrik kita diberikan banyak keuntungan, antaranya : mengurangi area pemadaman di saat krisis listrik, bisa menyimpan cadangan energi listrik untuk anak cucu kita kelak dan memperkecil pengeluaran isi kantong kita….. HEMAT LISTRIK, MUDAH CARANYA, MURAH BAYARNYA…. :)

Selasa, 15 November 2011

Peralatan Pekerjaan Kayu

Peralatan Pekerjaan Kayu
A. Peralatan Pekerjaan Kayu
Untuk melakukan pegerjaan kayu, tentunya memerlukan berbagai jenis peralatan dengan fungsi dan kegunaanya. Untuk memudahkan mempelajarinya dan menguasainya , peralatan pekerjaan kayu dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Peralatan untuk menggambar
2. Peralatan pengukur
3. Peralatan untuk pengerjaan
4. Peralatan pemutar
5. Peralatan penjepit
6. Peralatan finising

Pada bagian ini akan di jelaskan peralatan tangan yang sering digunakan dalam pekerjaan kayu
Antara lain:
• Alat tulis
Untuk memberikan tanda dan gambar pada bahan kayunya dapat digunakan pensil, spidol,atau kapur.

• Meteran
Alat ukur mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda kerja biasanya menggunakan alat ukur meteran ini. Tetapi ada juga alat mengukur yang lainnya antara lain, mistar baja dan rol meter.

• Siku- siku
Untuk memeriksa kesikuan, kerataan, atau membuat sudut 45® dan 90® biasanya menggunakan alat ini.

• Gergaji
Gergaji dibagi menjadi dua macam yaitu gergaji pemotong dan gergaji pembelah. Gergaji dapat digunakan untuk membelah kayu. Arah untuk menggergaji searah dengan arah serat kayu.

• Ketam Tangan
Ketam adalah alat untuk mengiris kayu, artinya untuk meratakan dan meluruskan serta menghaluskan permukaan kayu. Macam-macam ketam antara lain
 Ketam dari kayu
 Ketam dari besi
 Mesin ketam


• Pahat kayu
Dalam pekerjaan kayu ,alat untuk melubang dapat digunakan pahat kayu atau bor tangan. Pemahatan dilakukan dengan menggunakan palu kayu atau palu besi, Jenis yang digunakan dalam pahat antara lain:
 Pahat Lubang adalah digunakan dengan cara memukul tangkai pahat.
 Pahat Tusuk adalah digunakan untuk menghaluskan dan merapikan hasil pahatan.

• Bor Tangan
Bor disebut juga penggerek, fungsinya untuk membuat lubang bulat pada benda pekerjaan.Bor tangan dilengkapi dengan tangkai pemutar atau engkol yang fungsinya menggerakan mata bor.
Jenis bor antara lain :
 Bor tangan listrik
 Mesin bor

• Perusut
Perusut merupakan alat bantu untuk melukis garis sejajar terhadap sisi bidang kayu memanjang yang sudah di ketam.


B. Finishing Kayu
Finishing merupakan tahap pekerjaan akhir yang sangat penting dan menentukan penampilan hasil kerja. Dengan memilih bahan Finishing yang tepat serta cara pekerjaanya benar maka akan menghasilkan barang/produk yang mempunyai nilai tambah. Pekerjaan Finishing dapat dilakukan dengan pemberian lapisan penutuppada kayu antara lain dengan menggunakan bahan cat atau vernis pada kayu. Tujuan dan fungsi pengecetan adalah :
 Untuk memberikan warna yang indah dan menarik
 Untuk melindungi dan menjaga agar benda yang di cat tidak mengalami proses pelapukan atau rusak .
 Untuk melindungi kayu dari pengaruh cuaca.

Sebagai bahan bangunan, cat harus memenuhi syarat bagi penggunanya antara lain: cat harus dapat kering dalam waktu maksimal 30 jam. Pengecetan harus dapat menghasilkan lapisan lengket, rata, kenyal, melekat dengan baik , tidak menyerap debu dan harus melekat dan menutup dengan benda yang di cat.
Langkah berikutnya tinggal memilih bahan Finishing cat atau vernis yang akan digunakan sesuai dengan keinginan.Cara lain ialah dengan penyemprotan. Alat yang digunakan untuk penyemprotan adalah spray gun dan compressor.

Spray gun di gunakan untuk tempat campuran cat, plitur, atau vernis yang dicampur dengan bahan pengencer dengan perbandingan tertentu. Saat penyemprotan spray gun diberi tekanan udara dari compressor yang tekanan u daranya dapat di atur.
Ada tiga tips untuk memperoleh hasil pengecetan yang baik :
1. Persiapkan permukaan. Bersihakan permukaan yang akan di cat agar bebas dari air, minyak, karat,debu, dan kotoran lainnya.
2. Pilih system / jenis cat yang sesuai. Perhatikan lingungan sekitar lalu pilih cat yang memenuhi syarat . Bila benda berada di daerah dengan kelembaban tinggi, di lingkungan asam, atau terkena bahan kimia rumah tangga, maka harus memilih cat yang tahan lama.
3. Pilih metode aplikasi yang sesuai untuk bidang datar yang lebar antara lain:
• Metode roller: untuk bidang datar yang lebar
• Metode spray/semprot : cocok untuk bidang yang lebar dan komplek
• Metode kuas : untuk benda-benda yang berukuran kecil / diameter kecil.

Sabtu, 05 November 2011

Ciri-ciri kayu

MACAM- MACAM CIRI- CIRI KAYU



Kayu Mahoni
Kayu Mahoni teksturnya cukup halus, seratnya indah dan berwana merah muda sampai merah tua. Banyak digunakan sebagai elemen dekorasi ruangan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet III dan Kelas Kuat II, III. Pohon mahoni banyak ditemui di antara hutan Jati di Pulau Jawa, atau ditanam di tepi jalan sebagai tanaman pelindung..
Kayu Mahoni

Kayu Bangkirai
Kayu Bangkirai termasuk jenis kayu yang cukup awet dan kuat. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II, III dan Kelas Kuat I, II. Sifat kerasnya juga disertai tingkat kegetasan yang tinggi sehingga mudah muncul retak rambut dipermukaan. Selain itu, pada kayu bangkirai sering dijumpai adanya pinhole. Umumnya retak rambut dan pin hole ini dapat ditutupi dengan wood filler. Secara struktural, pin hole ini tidak mengurangi kekuatan kayu bangkirai itu sendiri. Karena kuatnya, kayu ini sering digunakan untuk material konstruksi berat seperti atap kayu. Kayu bangkirai termasuk jenis kayu yang tahan terhadap cuaca sehingga sering menjadi pilihan bahan material untuk di luar bangunan / eksterior seperti lis plank, outdoor flooring / decking, dll. Pohon Bangkirai banyak ditemukan di hutan hujan tropis di pulau Kalimantan.
Kayu Bangkirai


Kayu Kamper
Di Indonesia, kayu kamper telah lama menjadi alternatif bahan bangunan yang harganya lebih terjangkau. Meskipun tidak setahan lama kayu jati dan sekuat bangkirai, kamper memiliki serat kayu yang halus dan indah sehingga sering menjadi pilihan bahan membuat pintu panil dan jendela. Karena tidak segetas bangkirai, retak rambut jarang ditemui. Karena tidak sekeras bangkirai, kecenderungan berubah bentuk juga besar, sehingga, tidak disarankan untuk pintu dan jendela dengan desain terlalu lebar dan tinggi. Termasuk kayu dengan Kelas Awet II, III dan Kelas Kuat II, I. Pohon kamper banyak ditemui di hutan hujan tropis di kalimantan. Samarinda adalah daerah yang terkenal menghasilkan kamper dengan serat lebih halus dibandingkan daerah lain di Kalimantan.
Kayu Kamper


Kayu Meranti Merah
Kayu meranti merah termasuk jenis kayu keras, warnanya merah muda tua hingga merah muda pucat, namun tidak sepucat meranti putih. selain bertekstur tidak terlalu halus, kayu meranti juga tidak begitu tahan terhadap cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk dipakai di luar ruangan.Termasuk kayu dengan Kelas Awet III, IV dan Kelas Kuat II, IV. Pohon meranti banyak ditemui di hutan di pulau kalimantan.
Kayu Meranti


Kayu Sonokeling
Kayu sonokeling memiliki serat kayu yang sangat indah,berwarna ungu bercoret-coret hitam, atau hitam keunguan berbelang dengan coklat kemerahan. Kayu sonokeling selain indah juga kuat dan awet sehingga dapat digunakan sebagai material konstruksi bangunan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I dan Kelas Kuat II. Pohon sonokeling hanya tumbuh di hutan-hutan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, namun, jumlahnya mulai berkurang.
Kayu Sonokeling
Kayu Sungkai
Kayu sungkai teksturnya cukup halus, seratnya indah dan berwarna kuning pucat. Kayu sungkai sering digunakan sebagai bahan elemen dekoratif. Termasuk kayu dengan Kelas Awet III dan Kelas Kuat II, III. Pohon sungkai diameternya tidak terlalu besar.


Ciri Umum Kayu Albasia

Kayu teras berwarna hampir putih atau coklat muda pucat (seperti daging) warna kayu gubal umumnya tidak berbeda dengan kayu teras. Teksturnya agak kasar dan merata dengan arah serat lurus, bergelombang lebar atau berpadu. Permukaan kayu agak licin atau licin dan agak mengkilap. Kayu yang masih segar berbau petai, tetapi bau tersebut lambat laun hilang jika kayunya menjadi kering. Sifat kayu : Kayu sengon termasuk kelas awet IV/V dan kelas IV-V dengan berat jenis 0,33 (0,24-0,49). Kayunya lunak dan mempunyai nilai penyusutan dalam arah radial dan tangensial berturut-turut 2,5 persen dan 5,2 persen (basah sampai kering ta nur). Kayunya mudah digergaji, tetapi tidak semudah kayu meranti merah dan dapat dikering kan dengan cepat tanpa cacat yang berarti. Cacat pengeringan yang lazim adalah kayunya me lengkung atau memilin.


Ciri Umum Kayu Pinus
Ciri-ciri fisik pinus (Pinus merkusii jungh et de Vriese) banyak menghasilkan getah dan pengaruh pemberian stimulansia serta kelas umur terhadap produksi getah pinus di RPH Sawangan dan RPH Kemiri, KPH Kedu Selatan Perum Perhutani unit Jawa Tengah Author: Doan, Ali Nico Gerard Abstract: Pittzrs merlc~sii Jungh et de Vriese dapat memberikan hasil benrpa kayu dan non kayu (getah). Getah Pinus dapat ddilah rnenjadi gondorukern dan terpentin. Gondomkem dapat digunakan untuk berbasai keperluan, antara lain untuk bahan campuran cat, vernis, politur kayu, lem, kosmerik, ban, batik, tinta, plastik, kembang ayi, dan kertas. Permintaan terhadap g-ondorukem dari berbagai industri saat ini semakin rnenin~kat, namun ha1 tersebut tidak diimbangi oleh jumlah persediaan yang ada akibat keterbatasan jurniah produksi getah Pinus. Berbagai upaya. terns diIakukan untuk dapat rneningkatkan jumlah produksi getah Pinus, salah satunya adalab dengan menggunakan stimulansia dalam proses penyadapan serta melakukan identifikasi ciri-ciri fisik pohon Pinus yang banyak menshasilkan getah.

Ciri Umum Kayu Pulai/Lame

Di antara beragam jenis pulai, yang tergolong populer adalah pulai putih atau orang Sunda bilang lame bodas (Alstonia Scholaris R.Br) dan pulai hitam atau lame hideung (Alstonia angustiloba Miq.). Ada yang menamakan pulai hitam sebagai pulai darat. yang jelas tidak ada hubungannya dengan buaya darat
Perbedaan yang mencolok di antara keduanya ada pada warna batang pohonnya. Kulit batang Pulai putih, sesuai namanya cenderung putih, broken white kali ya… Sedangkan pulai hitam ya agak gosong. Bentuk daun dari pulai putih lebih bulat menyerupai kamboja dibandingkan pulai hitam yang lebih memanjang.
Dari keduanya bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat, meski pulai putih lebih populer dalam hal ini. Sekilas pengamatan di beberapa daerah, pulai hitam lebih sering ditanam sebagai tanaman kayu dibandingkan dengan Pulai putih. Menurut Martawijaya, A. et al. 1992. Indonesian Wood Atlas Vol. I. AFPRDC, AFRD, Dept. of Forestry, Bogor, Indonesia p: 116; Prosea 5(1) p:88 kerapatan kayu (kg/m3) pulai hitam dapat diklasifikasikan dengan Rendah (240), Sedang (360), dan Tinggi (490) dengan kelembaban isi 15 %.

Ciri Umum Kayu Jati

Ciri-ciri Jati menurut Hardjodarsono (1976) adalah sebagai berikut :
1. Bentuk pohon besar pada umur 100 tahun dengan tinggi 25-50 meter menurut bonitsit

2. Batang dapat bulat dan lurus apabila tumbuh ditempat yang subur, tapi pada tanah-tanah yang kurang subur dan tegakan yang kurang rapat serta akibat dari kebakaran dan pengembalaanmempunyai kecenderungan untuk melengkung. Batang-batang yang besar biasanya menunjukkan penampang yang tidak rata.

3. Tajuk tidak beraturan, berbentuk bulat telur, terpasang agak rendah di tegakan-tegakan yang kurang rapat.

4. Bentuk dahan bengkok-bengkok dan berlekuk-lekuk, bercabang banyak dengan ranting-ranting yang kasar, berpenampang empat persegi dan berbulu banyak.

5. Daun berhadapan, berpucuk lancip dan bertangkai pendek. Bagian atas hijau kasar, bagian bawah daun hijau kekuning-kuningan, berbulu halus. Dengan diantaranya rambut-rambut kelenjar merah mengembung, kalau dirusak daunnya menjadi merah.

6. Susunan bunga banyak terminal, bulir-bulir bercabang tersusun, berbulu halus, panjang 40-70 cm dan lebar 55-80 cm dengan banyak sekali bunga-bunga kecil, putih, berkelamin dua. Pada musim berbunga menyebabkan tajuk berwarna keputih-putihan.


Ciri Umum Kayu Meranti

Meranti tergolong kayu keras berbobot ringan sampai berat-sedang. Berat jenisnya (Berat jenis adalah perbandingan relatif antara massa jenis sebuah zat dengan massa jenis air murni. Air murni bermassa jenis 1 g/cm³ atau 1000 kg/m³).berkisar antara 0,3 – 0,86 pada kandungan air 15%. Kayu terasnya berwarna merah muda pucat, merah muda kecoklatan, hingga merah tua atau bahkan merah tua kecoklatan. Berdasarkan
BJnya, kayu ini dibedakan lebih lanjut atas meranti merah muda yang lebih ringan dan meranti merah tua yang lebih berat. Namun terdapat tumpang tindih di antara kedua kelompok ini, sementara jenis-jenis Shorea tertentu terkadang menghasilkan kedua macam kayu itu.

Menurut kekuatannya, jenis-jenis meranti merah dapat digolongkan dalam kelas kuat II-IV; sedangkan keawetannya tergolong dalam kelas III-IV. Kayu ini tidak begitu tahan terhadap pengaruh cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk penggunaan di luar ruangan dan yang bersentuhan
dengan tanah. Namun kayu meranti merah cukup mudah diawetkan dengan menggunakan campuran minyak diesel dengan kreoso



Ciri Umum Kayu partikel block
Jenis kayu olahan yang satu ini terbuat dari serbuk kayu kasar yang dicampur dengan bahan kimia khusus, campuran tersebut kemudian disatukan dengan lem dan dikeringkan dengan suhu tinggi.

Kayu partikel banyak digunakan sebagai material untuk berbagai furnitur. Namun, kayu partikel tergolong jenis kayu yang tidak tahan lama. Dalam kurun waktu tertentu, kayu partikel bisa berubah bentuk, terutama jika terkena air dan menahan beban terlalu berat.




Ciri Umum Kayu Multiplek

Papan Multiplek dibuat dari serutan kayu yang dilapiskan secara vertical dan horizontal secara berselangseling antar lapisan, dan antar lapisan tersebut di press dengan tekanan tertentu dan di lem. Dalam proses pembuatannya masing-masing lapisan pada triplek maupun multiplek telah mengalami pengeringan yang sempurna dan telah difumigasi, sehingga menjadikan papan triplek/multiplek tahan terhadap rayap dan hewan pemakan kayu lainnya dan tidak mudah mengalami pelapukan.

Ciri Umum Kayu Teak Block

Hanya ada satu perbedaan menurut pengetahuan teknis saya. Ada tambahan satu lapisan lagi pada satu papan blok permukaan untuk menambah nilai estetika, lapisan veneer yaitujati. Namun memilih dan menghasilkan blok jati tidak suka jenis lain dari papan buatan.Dengan alasan utama pabrik untuk membeli blok jati, ada beberapa kondisi penting yang harus dipenuhi:
1. Seharusnya tidak ada goresan benda tajam / tumpul jati blok di atas permukaan.Goresan akan terlihat setelah produk selesai meskipun warna gelap. Oleh karena itukompilasi blok jati harus dicatat, blok permukaan dilapisi jati jati yang harus kontak dengan permukaan yang dilapisi jati juga.
Mengapa? Permukaan non-jati di blok jati tidak prioritas sehingga kontrol dan penanganan yang kurang tepat. Beberapa lembar dapat ditemukan tumpang tindih yang dapat menyebabkan goresan pada permukaan jati.
2. Seharusnya tidak ada tumpang tindih veneer. Veneer Jati dibuat sangat tipis (hingga0,3 mm) dan diproduksi oleh metode mengiris kayu jati solid. Proses pelapisan di blok jatidapat terjadi tumpang tindih, ini cacat telah diantisipasi oleh produsen blok jati, namunakan selalu ada produk yang cacat ini. Tumpang tindih membuat permukaan tampakmenggembung dan tidak merata.
3. veneer mengupas
Ketebalan veneer sangat tipis dan rentan terhadap goresan, berdampak kecil pada permukaan blok jati dapat membuat veneer mengelupas dan blok jati tidak dapat digunakan.


Ciri-ciri kayu Triplek :

Tipis
Berlapis tiga
Ukuran pasaran 122cmx244cm
Terdiri dari macam ketebalan mulai 3ml-6ml

Rabu, 21 September 2011

How to make electric bel



dalam Bahasa indonesia
saya akan membuat bel listrik sederhana inilah cara-caranya :

  • Alat-Alat Yang Diperlukan :

Gunting
Obeng
Selotip Khusus Kabel

  • Bahan-Bahan Yang Diperlukan

Kabel sepanjang 2 m
Lampu 5 watt warna-warni
Rumahan Lampu 1 buah
Saklar 1 buah
Kepala ujung kabel untuk menyambungkan ke stop kontak 1 buah
Bel listrik 1 buah

  • Cara Membuat

Pertama, memotong kabel sepanjang 10 cm sebanyak 2 potong, sehingga sisa kabel 2m tersebut menjadi 180 cm.
Kedua, mengambil salah satu potongan kabel sepanjang 10 cm tersebut, lalu sambungkan dengan kabel bel listrik sesuai warna.
Ketiga, menyambung kembali ujung kabel yang belum terpasang ke rumahan lampu.
Keempat, mengambil kabel sepanjang 10 cm yang kedua, lalu menggabungkan menjadi 2 pasang di dalam rumahan lampu, sesuai warna. Seperti ini

Kelima, Tahap kelima inilah yang cukup rumit, pertama sambungkan ujung kabel yang tersambung dengan rumahan lampu, lalu diparalelkan dengan sisa kabel sepanjang 180 cm tadi dengan saklar, seperti pada gambar di bawah ini.

Keenam, Sambungkan ujung kabel terakhir dengan kepala ujung kabel.
Ketujuh, bel siap digunakan.



In English


I'll make this simple electric bell ropes:



  • Tools Required:

scissors
screwdriver
Special Cables Tape

  • Materials Required

2 m long cable
5 watt lamp colorful
Lamp housing 1 piece
Switches 1 pc
The head end of the cable to connect to the outlet 1 pc
Electric bell 1 piece

  • How To Make

First, cut the cable as long as 10 cm 2 pieces, so the rest of the 2m cable into 180 cm.
Second, take one piece of cable as long as 10 cm, and connect with an electric bell wiring by color.
Third, reconnect the cable ends are not attached to the lamp housing.
Fourth, take the cable as long as 10 cm a second, then merge into two pairs in the lamp housing, according to color. like this

Fifth, The fifth stage is a fairly complicated, first connect the cable end is connected to the lamp housing, then paralleled with the remaining cables were 180 cm long with a switch, as shown below.

Sixth, the last cable Connect the other end with a head end of the cable.
Seventh, the bell is ready for use.


 THANK'S

Selasa, 20 September 2011

How to make an electric bel

I would like to tell you about how to make an electric bel :



  • Tools Required:

scissors
screwdriver
Special Cables Tape

  • Materials Required

2 m long cable
5 watt lamp colorful
Lamp housing 1 piece
Switches 1 pc
The head end of the cable to connect to the outlet 1 pc
Electric bell 1 piece

  • How To Make

First, cut the cable as long as 10 cm 2 pieces, so the rest of the 2mcable into 180 cm.
Second, take one piece of cable as long as 10 cm, and connectwith an electric bell wiring by color.
Third, reconnect the cable ends are not attached to the lamphousing.
Fourth, take the cable as long as 10 cm a second, then merge intotwo pairs in the lamp housing, according to color. like this
 
Fifth, The fifth stage is a fairly complicated, first connect the cable end is connected to the lamp housing, then paralleled with the remaining cables were 180 cm long with a switch, as shown below.
 
Sixth, the last cable Connect the other end with a head end of the cable.
Seventh, the bell is ready for use.

Make electric Bel

  • Tools Required:

scissors
screwdriver
Special Cables Tape

  • Materials Required
2 m long cable
5 watt lamp colorful
Lamp housing 1 piece
Switches 1 pc
The head end of the cable to connect to the outlet 1 pc
Electric bell 1 piece

  • How To Make

First, cut the cable as long as 10 cm 2 pieces, so the rest of the 2mcable into 180 cm.
Second, take one piece of cable as long as 10 cm, and connectwith an electric bell wiring by color.
Third, reconnect the cable ends are not attached to the lamphousing.
Fourth, take the cable as long as 10 cm a second, then merge intotwo pairs in the lamp housing, according to color. like this
 
Fifth, The fifth stage is a fairly complicated, first connect the cable end is connected to the lamp housing, then paralleled with the remaining cables were 180 cm long with a switch, as shown below.
 
Sixth, the last cable Connect the other end with a head end of the cable.
Seventh, the bell is ready for use.
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Total Tayangan Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Gold Clock

Your IP and Google Map location

Japanese style Mahjong game

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

sht


ShoutMix chat widget

translet

bagaimana dengan blogger ini

ad


Ads 468x60px

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Featured Posts

keren

Loading...

my picture

my picture
bagus ngak,,,,

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Pages

kembang api


div style="position: fixed; bottom: 0px; left: 2px;">

a


Fish

Buscar

Memuat...

Share it

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management